Pengertian Wawasan Nusantara dan Latar Belakang Filosofis
Wawasan
nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan
bentuk geografinya yang mengutamakan persatuan serta kesatuan wilayah dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD
1945. Dalam selain mengutamakan kesatuan wilayah wawasan nusantara juga
menghargai kebhinekaan (perbedaan) untuk mencapai tujuan nasional.
Wawasan
Nusantara merupakan sebuah cara pandang geopolitik Indonesia yang bertolak dari
latar belakang pemikiran sebagai berikut (S. Sumarsono, 2005) :
Ø
Latar belakang pemikiran filsafat
Pancasila
Ø
Latar belakang pemikiran aspek
kewilayahan Indonesia
Ø
Latar belakang pemikiran aspek sosial
budaya Indonesia
Ø
Latar belakang pemikiran aspek
kesejarahan Indonesia
Latar
belakang pemikiran filsafat Pancasila menjadikan Pancasila
sebagai dasar pengembangan Wawasan Nusantara tersebut. Setiap sila dari
Pancasila menjadi dasar dari pengembangan wawasan itu.
Latar belakang pemikiran aspek kewilayahan Indonesia menjadikan
wilayah Indonesia sebagai dasar pengembangan wawasan itu. Dalam hal ini kondisi
obyektif geografis Indonesia menjadi modal pembentukan suatu negara dan menjadi
dasar bagi pengambilan-pengambilan keputusan politik. Singkatnya, aspek ini
memperhatikan daerah, wilayah nusantara dimana Indonesia memiliki kekayaan
sumber daya alam dan keanekaragaman jenis flora dan fauna.
Latar belakang pemikiran aspek sosial budaya Indonesia menjadikan
keanekaragaman budaya Indonesia menjadi bahan untuk memandang (membangun
wawasan) nusantara Indonesia. Aspek dimana kita harus menghargai setiap budaya
yang berbeda yang dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia, agar tidak muncul
konflik intern antar warga negara. Jadi perbedaan yang ada di Indonesia harus
menjadi senjata untuk membuat negara ini semakin maju dan bersatu sehingga
Indonesia semakin kuat dan kokoh.
Latar belakang pemikiran aspek kesejarahan Indonesia
menunjuk pada sejarah perkembangan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang tidak
menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negaranya. di
mana tonggak-tonggak sejarahnya adalah Kebangkitan Nasional Indonesia (20 Mei
1908), Kebangkitan Wawasan Kebangsaan melalui Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)
dan Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945) karena kemerdekaan
yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan
dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini
harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan
Indonesia.
Sumber:
https://virgiantputrisavira.wordpress.com/2014/04/13/wawasan-nusantara-latar-belakang-filosofis-pengertian-dan-implementasi-dalam-kehidupan-sehari-hari/
Komentar
Posting Komentar